Top Ad 728x90

More Stories

Kamis, 15 September 2016

Proses Pembuatan e-KTP KTP Elektronik

by

Rabu, 14 September 2016

Kades Zainuri Lepas Jenazah Ibu Siti Rufi'ah Sarwono

by

Kepada Desa Makamhaji Zaenuri SPd memberikan sambutan jelang almarhum dimakamkan di TPU Jaten Makamhaji

Aspal Sumbat Drainase, Underpass Banjir

by



Solopos.com, SUKOHARJO–Underpas Makamhaji di Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo mengalami banjir saat hujan deras menerpa kawasan itu pada Sabtu (12/12/2015). Akibatnya empat mobil dan belasan sepeda motor macet saat melintasi air yang menggenang.
Informasi yang dihimpun Solopos.com, hujan mulai turun sekitar pukul 14.00 WIB. Hujan deras segera mengumpul dan menggenangi underpass. Ketinggian air mencapai paha orang dewasa. Empat mobil dan sepeda motor yang telanjur menerjang air akhirnya macet.
Tak lama, para pekerja dari PT Darma Perkasa segera mencari sumber banjir. Ternyata, endapan aspal sisa pengaspalan Jumat (11/12/2015) malam menyumbat drainase. Hal itu menyebabkan empat pompa air tak bekerja maksimal hingga mengakibatkan banjir. Segera setelah drainase dinormalisasi dan hujan berangsur reda, air tersedot pompa dan banjir pun lenyap.
Salah seorang warga Dukuh Pijilan, Desa Makamhaji, Wawan Kiswara, 30, saat ditemui Solopos.com di dekat underpass, mengatakan jalan itu baru dibuka Sabtu pagi. Hal itu menjadi ironis karena pada siang hari underpass mengalami banjir.
“Antrean kendaraan dari arah timur sampai ke Tugu Lilin Makamhaji. Ini masalah besar. Setiap hujan selalu banjir,” terang dia.
Salah seorang supeltas Underpass Makamhaji, Tukimin, mengatakan ia dan rekan-rekannya segera mengalihkan arus kendaraan agar tidak terjadi kemacetan lebih parah. Ia menyesalkan banjir yang kembali terjadi di underpass tersebut.
Sementara itu, seorang pekerja PT Darma Perkasa, Marno, 37, mengatakan ada pengaspalan pada Jumat malam. Aspal itu ternyata masuk saluran drainase dan menyumbat sirkulasi air. Ia da rekan-rekannya kemudian mengeruk aspal agar air bisa mengalir ke pompa air sehingga bisa dibuang dari underpass.
Ia menjelaskan jalan di underpass sebenarnya belum dibuka secara resmi. Pembukaan akan dilaksanakan pada 15 Desember 2015. Namun, masyarakat yang kurang sabar ternyata menggunakan jalan itu. Alhasil, sebagian dari mereka terperangkap banjir.
“Hari ini sedikit dibuka karena kami mempersiapkan segala sesuatu agar saat pembukaan semua sudah beres. Jadi, hari ini underpass belum dibuka secara resmi,” ujar dia kepada Solopos.com.

Teroris Jaringan Solo Menyamar Pakai Cadar Saat Ditangkap

by





Polisi membawa sejumlah barang bukti usai menggeledah rumah kontrakan terduga teroris berinisial DK di Dukuh Gambiran RT 02 RW 14, Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (23/12) malam. (Antara Foto/Maulana Surya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terdakwa kasus terorisme Saifudin Al Fahmi alias Udin terpaksa menyamar sebagai perempuan saat polisi melakukan penangkapan terhadap dirinya. Pemuda 21 tahun itu mengaku mengenakan cadar untuk mengelabui tim Detasemen Khusus 88 Antiteror yang melakukan penggerebekan.

Hal itu disampaikan Saifudin saat memberikan keterangan sebagai saksi mahkota untuk terdakwa kasus yang sama, Yuskarman, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat hari ini, Rabu (30/3).

"Saat itu Anda pakai cadar adik, menyamar ya untuk kamuflase?" tanya Hakim Ketua Rukman Hadi kepada Saifudin merujuk pada surat dakwaan.

Saifudin mengiyakan pertanyaan hakim.

Saifudin ditangkap Densus 88 pada 25 Agustus 2015. Penangkapannya termasuk dalam kloter terakhir setelah polisi menangkap beberapa rekannya; Yuskarman, Ibadurrahman, dan Sugiyanto di Solo. Saifudin sempat lolos dari penggerebekan sebelumnya.

Dalam kasus ini, Saifudin ikut membantu mengumpulkan bahan bom rakitan milik jaringan teroris di Solo. Lelaki penjaga toko telepon seluler itu berperan menggerus arang sebagai salah satu bahan baku bom. ia mengaku diajari Ibadurrahman dalam merakit bom. Sedangkan Yuskarman pernah mengajari cara menggerus arang yang baik. Arang dibungkus dengan baju kemudian ditumbuk batu hingga halus.

"Arang itu untuk bahan bom," kata Saifudin.

Selain menggerus arang, Saifudin juga ikut mengumpulkan paku sebanyak dua kilogram, dan pentul korek untuk bahan bom rakitan. Bahan-bahan itu, kata Saifudin diserahkan ke Ibadurrahman.

Bom yang belum sempurna itu kemudian di simpan di Musala Attaubah. Di situ, Yuskarman biasa tinggal. Ada sebuah ruangan, kata Saifudin, untuk menginap.

"Bahan yang tadi digerus, pentul korek dan paku selanjutnya dibawa Ibadurrahman. Berboncengan sama Ibadurrahman menuju musola ke tempat Yuskarman, kami bawa barang," kata Saifudin.

Densus 88 menangkap keempatnya lantaran menduga mereka akan melancarkan serangan bom pada 17 Agustus 2015. Polisi juga menyita 21 bom di sebuah rumah kos di Karanganyar.

Pengelola Rumah Kos Diminta Pasang CCTV

by



SUKOHARJO (KRjogja.com) - Polsek Kartasura meminta kepada pemilik rumah kos dan kontrakan untuk membuat sistem pengamanan ketat dengan memasang pintu gerbang dan kamera CCTV. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kerawanan tindak kejahatan salah satunya pencurian.
Kapolsek Kartasura, AKP Demianus Palulungan mengatakan, tindak kejahatan rawan terjadi dengan sasaran utama di rumah kos dan kontrakan. Pelaku biasanya menyasar benda berharga milik para korbannya, seperti laptop, handphone, sepeda motor dan lainnya.
“Penghuni sering teledor karena meninggalkan barang begitu saja. Disisi lain pemilik rumah kos dan kontrakan tidak peduli memberi pengamanan. Mereka harus memasang pintu gerbang dan kamera CCTV,” ujar Demianus kepada KRjogja.com, Senin (29/08/2016).
Rumah kos dan kontrakan banyak tersebar disejumlah wilayah di Kecamatan Kartasura. Seperti di Desa Pabelan, Desa Gonilan, Desa Gumpang, Desa Makamhaji, Kelurahan Ngadirejo dan lainnya. Rumah kos dan kontrakan disediakan untuk memenuhi kebutuhan penghuni. “Rumah kos itu ada karena kebutuhan sebab banyak tempat sekolah, kampus, pabrik dimana para pelajar, mahasiswa dan pekerja butuh tempat tinggal,” lanjutnya.

Top Ad 728x90

Top Ad 728x90