Top Ad 728x90

SEJARAH DESA

Desa Makamhaji diperkirakan mulai berdiri pada abad ke-VII, berdasarkan buku babad tanah jawa, Desa Makamhaji sudah ada sejak jaman kerajaan Pajang yang sampai saat ini memiliki petilasan yang berlokasi di selatan Desa Makamhaji. Kerajaan Pajang adalah satu kerajaan yang berpusat di Jawa Tengah sebagai kelanjutan Kerajaan Demak. Kompleks keratonnya pada zaman ini tinggal tersisa berupa batas-batas fondasinya saja yang berada di perbatasan Kelurahan Pajang - Kota Surakarta dan Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. Desa Makamhaji mulai masuk dalam wilayah Kecamatan Kartasura bersamaan dengan  berdirinya Kabupaten Sukoharjo yaitu mulai tahun 1946. Makamhaji merupakan desa di kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini berbatasan langsung dengan kelurahan Pajang, Surakarta di sebelah timur dan utara, Desa Purbayan di sebelah selatan,serta Desa Gumpang di sebelah barat. Nama desa makamhaji berasal dari nama makam dan haji. Awalnya Makom (bahasa arab) artinya domisili / tempat tinggal untuk memudahkan pengucapkan, masyarakat menyebutkan MAKAM dari Haji artinya Tuan Haji.
Pada waktu penjajahan Belanda, ada seorang tokoh agama yang masih keturunan cina yang bernama Tuan Haji yang kebetulan sudah berstatus Haji dan berdomisili di wilayah bernama NOOWANGSAN yang wilayahnya mulai dari wilayah Timur sampai dengan kelurahan pajang (sekarang). Dalam perjalanan waktu, terjadi pembagaian wilayah ditingkat II yang kemudian wilayah tersebut pecah menjadi dua yaitu wilayah timur menjadi kelurahan pajang (ikut wilayah Kotamadya Surakarta) dan wilayah bagian barat menjadi makamhaji (ikut wilayah Kabupaten Sukoharjo) yang pertama kali dipimpin oleh seorang Demang yang bernama R. Dam TJOKROHARDJONO (1924-1939).

2 komentar:

  1. Bukannya nama desa itu Norowangsan? Adakah silsilah R.dam Tjokrohardjono?

    BalasHapus
  2. Para anggota keturunan Tjokrohardjono sepertinya saat ini sudah menjadi Trah tersendiri di sekitar Windan Makamhaji, kartasura..karena terlihat beberapa kali pada saat lebaran sering mengadakan acara halal bihalal, dan jika ditarik keatas, R.Dam Tjokrohardjono masih memiliki hubungan darah dengan Amangkurat II

    BalasHapus

Top Ad 728x90