Desa Makamhaji diperkirakan mulai berdiri pada
abad ke-VII, berdasarkan buku babad tanah jawa, Desa Makamhaji sudah ada sejak
jaman kerajaan Pajang yang sampai saat ini memiliki petilasan yang berlokasi di
selatan Desa Makamhaji. Kerajaan Pajang adalah
satu kerajaan yang berpusat di Jawa Tengah sebagai kelanjutan Kerajaan Demak.
Kompleks keratonnya pada zaman ini tinggal tersisa berupa batas-batas
fondasinya saja yang berada di perbatasan Kelurahan Pajang - Kota Surakarta dan
Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo. Desa Makamhaji mulai masuk dalam wilayah
Kecamatan Kartasura bersamaan dengan berdirinya Kabupaten Sukoharjo
yaitu mulai tahun 1946. Makamhaji merupakan desa di kecamatan Kartasura,
Sukoharjo, Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini berbatasan langsung dengan
kelurahan Pajang, Surakarta di sebelah timur dan utara, Desa Purbayan di
sebelah selatan,serta Desa Gumpang di sebelah barat. Nama desa makamhaji berasal dari nama
makam dan haji. Awalnya Makom (bahasa arab) artinya domisili / tempat tinggal
untuk memudahkan pengucapkan, masyarakat menyebutkan MAKAM dari Haji artinya
Tuan Haji.
Pada waktu penjajahan
Belanda, ada seorang tokoh agama yang masih keturunan cina yang bernama Tuan
Haji yang kebetulan sudah berstatus Haji dan berdomisili di wilayah bernama
NOOWANGSAN yang wilayahnya mulai dari wilayah Timur sampai dengan kelurahan
pajang (sekarang). Dalam perjalanan waktu, terjadi pembagaian wilayah ditingkat
II yang kemudian wilayah tersebut pecah menjadi dua yaitu wilayah timur menjadi
kelurahan pajang (ikut wilayah Kotamadya Surakarta) dan wilayah bagian barat
menjadi makamhaji (ikut wilayah Kabupaten Sukoharjo) yang pertama kali dipimpin
oleh seorang Demang yang bernama R. Dam TJOKROHARDJONO (1924-1939).


Bukannya nama desa itu Norowangsan? Adakah silsilah R.dam Tjokrohardjono?
BalasHapusPara anggota keturunan Tjokrohardjono sepertinya saat ini sudah menjadi Trah tersendiri di sekitar Windan Makamhaji, kartasura..karena terlihat beberapa kali pada saat lebaran sering mengadakan acara halal bihalal, dan jika ditarik keatas, R.Dam Tjokrohardjono masih memiliki hubungan darah dengan Amangkurat II
BalasHapus